Kurikulum

Kurikulum

A. RASIONAL

Prodi PAI adalah salah satu prodi di FITK yang ter-tua di antara sekian jurusan atau prodi. Prodi PAI berdiri sejak ada IAIN (Institut Agama Islam Negeri) yang semula pengembangan dari ADIA (Akademi Dinas Ilmu Agama)  yang berdiri pada tanggal 1 Juni 1957 yang kemudian dite-tapkan sebagai hari jadi atau Dies Natalis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Di ADIA terdapat 3 Jurusan, yaitu Jurusan Pendidi-kan Agama, Jurusan Bahasa Arab, dan Jurusan Khusus Imam Tentara. Pimpinan ADIA dipercayakan kepada Prof. Dr. H. Mahmud Yunus sebagai Dekan, dan Prof. H. Bustami A. Gani sebagai Wakil Dekan. Sesuai dengan fungsinya sebagai akademi dinas, mahasiswa yang mengikuti kuliah pada akademi ini terbatas hanya pada mahasiswa tugas belajar yang terdiri atas pegawai/guru agama dalam lingku-ngan Departemen Agama yang berasal dari wakil-wakil daerah di seluruh Indonesia setelah diseleksi.

Dalam perkembangannya, selama 10 tahun, PTAIN mengalami kemajuan pesat, baik dari segi jumlah mahasis-wa, maupun dari segi keluasan Ilmu Agama Islam yang dipelajari. Ratusan mahasiswa berdatangan dari berbagai penjuru tanah air, bahkan juga dari Malaysia. Demikian juga perkembangan dalam bidang studi Agama Islam, sehingga semakin dirasakan perlunya terhadap penamba-han mata kuliah lain yang mencakup berbagai aspek kehi-dupan umat manusia dan perkembangan agama Islam.

Dalam perkembangan selanjutnya, terutama dalam rangka peningkatan Pendidikan Tinggi Islam, timbulah ide untuk menggabungkan PTAIN yang ada di Yogyakarta dengan ADIA yang ada di Jakarta dalam bentuk institut. Usaha tersebut akhirnya terlaksana dengan keluarnya Peraturaan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 tahun 1960, pada tanggal 24 Agustus 1960 bertepatan dengan tanggal 2 Rabi’ul Awwal 1380 Hijriah. Dengan demikian, nama IAIN dapat diresmikan oleh Menteri Agama dalam suatu upacara yang bertempat di Gedung Kepatihan Yogyakarta.

PTAIN yang ada di Yogyakaarta berubah statusnya menjadi Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Syariah. Sedang-kan ADIA yang ada di Jakarta diubah menjadi Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Adab. Jurusan PAI merupa-kan salah satu jurusan yang ada pada Fakultas Tarbiyah saat itu.

Seiring dengan perkembangan IAIN yang demikian cepat yang ditandai dengan adanya fakultas-fakultas yang tersebar di seluruh Indonesia, maka dipandang perlu untuk mengembangkan IAIN yang berpusat di Yogyakarta men-jadi institut yang masing-masing berdiri sendiri. Berdasar-kan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 49 Tahun 1963, maka diputuskan adanya dua IAIN, masing-masing IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, dan IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta.

IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai salah satu IAIN tertua di Indonesia yang bertempat di Ibukota Jakarta, menempati posisi yang unik dan strategis. Ia tidak hanya menjadi “Jendela Islam di Indonesia”, tetapi juga sebagai simbol bagi kemajuan pembangunan nasional, khususnya di bidang pembangunan sosial-keagamaan.

Sebagai upaya untuk mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama, lembaga ini mulai mengembangkan diri dengan konsep IAIN dengan mandat yang lebih luas (IAIN with Wider Mandate) menuju terbentuknya Universitas Is-lam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Langkah konversi ini mulai diintensifkan pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A.

Langkah perubahan bentuk IAIN menjadi UIN mendapat rekomendasi dengan ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 4/U/KB/2001 dan Menteri Agama RI Nomor 500/2001 tanggal 21 Nopember 2001. Selanjutnya, melalui suratnya Nomor 088796/MPN/2001 tanggal 22 Nopember 2001.

Dengan keluarnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 031 tanggal 20 Mei 2002, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi berubah menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peresmiannya dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Hamzah Haz pada tanggal 8 Juni 2002 bersamaan dengan upacara Dies Natalis ke 45 dan Lustrum ke 9 serta pemancangan tiang pertama pem-bangunan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui dana Islamic Development Bank (IDB).

Sepanjang sejarahnya, tokoh-tokoh yang pernah memimpin PAI Fakultas Tarbiyah/FITK UIN Syarif Hidayatul-lah Jakarta adalah; Amir Syarifudin (72),  Prof. Nur Asyiq, MA, Zainal Abidin Ahmad, Prof. Dr. H. Muardi Chatib (an-tara tahun 1980-1984), Prof. Drs. H. Muzayyin Arifin, M.Ed. (1987-1991), Drs. H. Muallimi, M.A, Drs. H. Aziz Martunus, M.Sc. (1984-1987S), Drs. H. Ali Hasan (1993-1997), Prof. Dr. H. Abdurrahman Ghazali, M.A. (1997-2001), Dr. H. Abdul Fattah Wibisono, M.A. (2001-2010), Dr. H. Bahrissalim, M.Ag. (2010-2014), dan  Dr. H. Abdul Majid Khon, M.Ag. (2014-2019), dan Drs. Abdul Haris, M.Ag ( 2019 – 2024 ).

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan ke depan yang makin kompleks, maka dipandang perlu pengembangan suatu sistem kuri-kulum yang adaptif dan antisipatif terhadap tuntutan za-man dan mudah untuk diimplementasikan. Pengemba-ngan kurikulum ini seiring dengan diberlakukannya Pera-turan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyan-dingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bi-dang pendidikan, dan bidang pelatihan kerja, serta penga-laman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompe-tensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Karenanya Prodi PAI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta harus menyelaraskan kurikulumnya dengan KKNI.

Di samping mengacu pada KKNI, perubahan Kuri-kulum PAI FITK UIN SYarif Hidayatullah Jakarta mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) melalui Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015, dan secara ope-rasional berpedoman pada Panduan Penyusunan Kuri-kulum Pendidikan Tinggi (KPT) Tahun 2016, Pedoman Pengembangan Kurikulum Pendidikan Guru (KPG) Tahun 2016, dan Panduan Penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan Prodi (Tahun 2014). Semuanya bermuara agar dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dan peluang yang semakin kompleks di Abad 21 dan bersaing di era Masyarakat ASEAN (MEA), dan sejalan dengan Visi Jurusan/Prodi PAI yaitu “Menjadi Center of Excellence dalam bidang Pendidikan Agama Islam di tingkat ASEAN dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan.”

Perubahan signifikan adalah pada profil lulusan dan capaian pembelajaran yang berimplikasi pada sedikit peru-bahan dalam struktur kurikulum sekaligus pada standar pembelajaran dan penilaiannya. Mengacu pada pedoman-pedoman di atas, maka prodi menetapkan tiga profil lulu-san, yaitu sebagai 1) Calon Guru Pendidikan Agama Islam; 2) Peneliti Pendidikan Agama Islam; dan 3) Konselor Pendi-dikan Agama Islam. Konsekuensinya adalah pada peruba-han capaian pembelajaran lulusan yang berorientasi pada penguatan kompetensi ketiga profil lulusan tersebut.

Terkait dengan struktur kurikulum, dalam jumlah SKS dan mata kuliah inti jurusan/prodi tidak banyak berubah. Perubahan yang terjadi pada mata kuliah pilihan yang sekarang menawarkan mata kuliah yang berorientasi pada penguatan kompetensi lulusan dengan tiga profil lulusan tersebut. Dengan demikian, perubahan-perubahan ini menjadi sinergis dalam upaya mencapai Visi Prodi PAI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

B. DESKRIPSI PROFIL JURUSAN/PROGRAM STUDI

Prodi PAI merupakan salah satu prodi yang berada di lingkungan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebagai salah satu prodi yang tertua di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prodi PAI terkenal dan sangat disegani karena kekuatannya dalam mengembangkan ilmu dan budaya akademik, khususnya dalam bidang PAI di Indonesia. Tidak heran apabila lulusannya memiliki kompetensi yang tinggi, baik sebagai pendidik pada jenjang pendidikan menengah, ataupun sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, serta profesi lainnya di lembaga swasta maupun pemerintahan.

Lulusan PAI FITK tidak diragukan lagi kemampuan-nya untuk mengabdi kepada negara dan bangsa yang tersebar ke seluruh wilayah Indonesia, utamanya sebagai  guru agama di semua jenjang pendidikan, mulai dari guru tingkat RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA, bahkan banyak juga yang menjadi peneliti, dosen, kosultan, pejabat, staf kementerian, staf pemerintahan, perbankan, ustadz, kyai, dan lain sebagainya yang mampu mengisi semua formasi yang diperlukan masyarakat. Di antara alumni PAI ada yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama, yaitu Drs. Suryadarma Ali, M.Si. periode 2009-2014, sebagai pengamat politik dan rektor UIN Jakarta periode 1998-2006 Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A. dan Prof. Dr. Dede Rosyada, MA yang menjadi Rektor UIN Jakarta periode 2015-2019.

Prodi PAI merupakan prodi yang pertama terakre-ditasi A di lingkungan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan status tersebut, Prodi PAI mendapatkan amanah melakukan sertifikasi guru dan yang ditunjuk menjadi penyelenggara PPG di lingkungan Kementerian Agama RI.

Kajian utama Prodi PAI adalah pendidikan dan pem-belajaran Agama Islam dan penerapannya dalam praktek di madrasah dan sekolah, serta ilmu agama Islam dalam praktek kehidupan di masyarakat. Lulusan Prodi PAI adalah calon guru PAI di jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK. Di samping itu, dengan keluwesan kurikulum-nya, alumni Prodi ini sangat mudah untuk diterima bekerja di berbagai lembaga non pendidikan, baik swasta maupun pemerintahan.

Untuk menghasilkan alumni sesuai dengan tuntutan user dan stakeholder serta dunia pendidikan abad 2, Jurusan/Prodi PAI merupakan salah satu jurusan/prodi yang mengembangkan kurikulum berbasis KKNI. KKNI memuat kompetensi mata kuliah yang terdiri dari kognitif, psikomotorik, dan afektif. Selama ini masih banyak mata kuliah yang hanya menggunakan unsur kognitifnya saja, sebagai akibatnya, banyak lulusan perguruaan tinggi Indonesia yang mempunyai kedudukan yang tidak sama dibandingkan lulusan dari luar negeri. Jika dilihat dari mutu sumber daya manusianya, lulusannya  yang bekerja di perusahaan asing dihargai lebih rendah, sehingga memerlukan berbagai upaya untuk menyetarakan lulusan dalam negeri dengan luar negeri. Salah satu upaya yang bisa diwujudkan adalah melalui kurikulum berbasis KKNI.

Hal lain yang melatarbelakangi penyusunan KKNI adalah menjamurnya perguruan tinggi di Indonesia dengan standar lulusan yang bervariasi, penamaan prodi yang tidak tertata serta tantangan global yang dilihat sebagai kesem-patan Indonesia untuk lebih mengembangkan kualifikasi pendidikan menuju level yang lebih baik.

Secara garis besar, ada dua hal yang melatarbela-kangi dibentuknya kurikulum berbasis KKNI, yaitu secara eksternal dan internal. Secara eksternal meliputi adanya tantangan dan persaingan global serta adanya ratifikasi berbagai konvensi. Sedangkan secara internal, meliputi kesenjangan (mutu, jumlah, dan kemampuan), penganggu-ran, beragamnya aturan atau kualifikasi, dan beragamnya pendidikan.

KKNI dalam pengembangan kurikulum PAI menjadi suatu keniscayaan dalam rangka mengejar ketertingga-lan yang dihadapi PAI, baik dalam skala nasional maupun internasional. Bahkan diharapkan PAI UIN Jakarta menjadi rujukan negara-negara Asean maupun dunia internasional untuk mempelajari Islam dan PAI di Indonesia, di samping di Timur Tengah. Dengan dija-dikannya KKNI sebagai rujukan dalam pengembangan kurikulum pada PAI, lulusannya diharapkan dapat me-menuhi tuntutan pasar kerja dan kebutuhan stake-holders lainnya serta dapat berkiprah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan pergaulan internasional. Selain itu, dengan dijadikannya KKNI sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum PAI, lulusan PAI memperoleh kesamaan hak dan pengakuan terutama dalam kaitan dengan studi lanjut di berbagai negara dimana negara tersebut memiliki kesamaan kualifikasi sebagaimana kuali-fikasi yang ditetapkan.

KKNI sesungguhnya telah dirintis sejak tahun 2003, namun baru disahkan oleh Presiden RI pada awal tahun 2012 melalui upaya melakukan kualifikasi terhadap lulusan perguruan tinggi di Indonesia dengan terbitnya Perpres No. 08 Tahun 2012 tentang KKNI yang kemudian menjadi acuan dalam penyusunan capaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional. Terbitnya Perpres No. 08 Tahun 2012 dan UU PT No. 12 Tahun 2012 Pasal 29 ayat (1), (2), dan (3) telah berdampak pada kurikulum dan pengelolaannya di setiap program. Kuriku-lum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompe-tensi KBK menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes).

Landasan yuridis pegembangan kurikulum Prodi PAI merujuk peraturan yang ada, yakni:

  1. Pergeseran paradigma ke konsep KBK (Kepmendiknas No. 232/U/2000, dan perubahannya Kepmendiknas No. 045/U/2002);
  2. Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor 38/2002 tentang Rambu-Rambu Pengembangan Kepribadian;
  1. Keputusan Menteri Agama No. 353/2004 tentang Pedoman Pengembangan Kurikulum PTAI;
  2. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No. 114/ 2005 tentang Standar Kompetensi Lulusan PTAI;
  3. Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendi-dikan Nasional Republik Indonesia No. 167/DIKTI/-Kep/2007 tentang Penataan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi;
  1. Peraturan Menteri Agama No. 36/2009 tentang Pem-bidangan Ilmu dan Gelar Kesarjanaan;
  2. Kurikulum dikembangkan oleh PT sendiri  (PP 19 th 2005 Pasal 17, ayat 4,  PP 17 tahun 2010);
  3. Dikembangkan berbasis kompetensi  (PP 17 th 2010, Pasal  97, ayat1);
  4. Minimum mengandung 5 elemen kompetensi  (PP 17 th 2010, Pasal  97, ayat 3);
  5. Capaian Pembelajaran Sesuai dengan Level KKNI (Peraturan Presiden No. 8/2012);
  6. Kompetensi lulusan ditetapkan dengan mengacu pada KKNI (UU PT No. 12, tahun 2012, Pasal 29);
  7. Peraturan Menpan dan Reformasi Birokrasi No. 17/2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya;
  8. Dll.

C. VISI, MISI, DAN TUJUAN

  1. Visi

Menjadi center of excellence dalam bidang Pendidikan Agama Islam di tingkat ASEAN dengan mengintegrasi-kan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan.

  1. Misi
  1. Menyelenggarakan PAI dan mengembangkannya secara proporsional untuk memperkuat disiplin ilmu PAI.
  2. Menyelenggarakan penelitiandalambidang PAI yang inovatif untuk mengembangkan dan mencipta-kan teori dan praktik PAI;
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang PAI melalui pembimbingan dan pen-dampingan di sekolah dan di madrasah;
  4. Memberikanpelatihan dankonsultasiuntuk pengembanganlembaga dan PAI;
  5. Mengembangkan keilmuan bidang pendidikan dan pembelajaran Agama Islam secara integratif;
  6. Menyebarluaskan hasil penelitian dan kajian keis-laman, keilmuan, keindonesiaan dalam bidang PAI.

3. Tujuan

  1. Menghasilkan sarjana PAI dan pendidik Agama Islam;
  2. Menghasilkan pemikir PAI yang produktif dan kom-petitif;
  3. Menghasilkan karya akademik yang berstandar nasional dan internasional;
  4. Menghasilkan karya penelitian yang menjadi refe-rensi dalam bidang pendidikan;
  5. Menghasilkan kajian keilmuan yang memberikan pengaruh pada wacana dan praktek PAI.

D. PROFIL LULUSAN

Tabel 1: Profil Lulusan PAI

PROFIL

DESKRIPSI PROFIL

Calon

Guru PAI

Pendidik, fasilitator pembelajaran PAI yang kreatif, inovatif pada Sekolah/Madrasah dari tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/ MA, SMK/MAK yang berkepribadian baik, berpengetahuan luas dan mutakhir dibidangnya serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas berlin-daskan etika keilmuan dan profesi, terampil menggunakan IT sebagai media pembelajarannya serta memiliki potensi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Peneliti PAI

Peneliti permasalahan PAI, baik yang terjadi di ma-syarakat, di lembaga pendidikan, maupun pada materi dan buku PAI, kemudian dipublikasikan di forum-forum ilmiah.

Konselor PAI

Konsultan PAI di sekolah, di madrasah dan di ma-syarakat tentang masalah-masalah keislaman dan masalah kependidikan.

 E. LEARNING OUTCOME/CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN

Tabel 2: Program Learning Outcome (PLO) Lulusan

1. SIKAP DAN TATA  NILAI
S1 Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
S2 Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menja-lankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
S3 Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemaju-an peradaban berdasarkan Pancasila.
S4 Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada bangsa dan negara.
S5 Menghargai keanekaragaman budaya, panda-ngan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
S6 Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
S7 Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan berma-syarakat dan bernegara.
S8 Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
S9 Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas peker-jaan di bidang keahliannya secara mandiri.
S 10 Menginternalisasi semangat kemandirian, kejua-ngan, dan kewirausahaan.
S 11 Menjunjung tinggi nilai-nilai etika akademik, yang meliputi kejujuran dan kebebasan akade-mik dan otonomi akademik.
S 12 Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap nilai-nilai akademik yang diembannya.

 

2.    PENGETAHUAN
P 1 Memiliki pengetahuan dasar-dasar keislaman seba-gai agama rahmatan lil ‘alamin.
P 2 Memiliki kemampuan penguasaan pengetahuan terkait dengan integrasi keilmuan dan keislaman sebagai paradigma keilmuan.
P 3 Menguasai konsep pedagogik untuk melaksanakan proses pembelajaran PAI.
P 4 Menguasai berbagai konsep filsafat pendidikan dengan berbagai komponennya.
P 5 Menguasai penelitian bidang PAI.
P 6 Menguasai teori Bimbingan Konseling untuk menga-tasi permasalahan yang ada di sekolah dan madrasah.
P 7 Menguasai prinsip dan teknik perencanaan, pengelo-laan, dan evaluasi pembelajaran PAI.
P 8 Menguasai materi PAI di sekolah dan madrasah.
P 9 Menguasai teori pengembangan kurikulum PAI di sekolah dan madrasah.
P 10 Menguasai teori media dan sumber belajar PAI di sekolah dan madrasah.
P 11 Menguasai teori evaluasi pembelajaran PAI di sekolah dan madrasah.
P 12 Menguasai teori antropologi dan sosiologi pendidikan.
P 13 Menguasai teori kewirausahaan dalam pendidikan.
P 14 Menguasai teori kepemimpinan dalam pendidikan.
3. KETERAMPILAN UMUM
KU 1 Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sis-tematis, dan inovatif dalam kontek pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan tek-nologi yang memperhatikan dan me-nerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahli-annya.
KU 2 Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermu-tu, dan terukur.
KU 3 Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan tek-nologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasar-kan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain, atau kritik seni.
KU 4 Menyusun deskripsi saintifik, hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan meng-unggahnya dalam laman perguruan tinggi.
KU 5 Mampu mengambil keputusan secara tepat, dalam konteks penjelasan masalah di bidang keahliannya berdasarkan hasil analisis informasi dan data.
KU 6 Mampu memelihara dan mengembangkan ja-ringan kerja dengan pembimbing, kolega dan seja-wat baik di dalam maupun di luar lembaganya.
KU 7 Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung-jawabnya.
KU 8 Mampu melakukan proses evaluasi diri ter-hadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggung-jawabnya dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri.
KU  9 Mampu mendokumentasikan, menyimpan, meng-amanahkan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan mencegah plagiasi.
KU 10 Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan  keilmuan  dan kemampuan kerja;
KU 11 Mampu berkomunikasi baik lisan maupun tuli-san dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam perkembangan dunia akademik dan dunia kerja (dunia non akademik);
KU 12 Mampu membaca Alquran berdasarkan Ilmu Qira’at dan Ilmu Tajwid secara baik dan benar (terampil memahami Alquran);
KU 12 Mampu menghafal Alquran juz 30 (Juz Amma) dan melaksanakan ibadah praktis dengan baik dan benar.
4.       KETRAMPILAN KHUSUS
KK 1 Mampu merencanakan, mengelola, dan meng-evaluasi pembelajaran PAI secara inovatif dan kreatif berdasarkan konsep pedagogik dengan memanfaatkan berbagai sumber IPTEK;
KK 2 Mampu mengembangkan kurikulum operasio-nal dan mengembangkan materi ajar yang kontekstual dalam pembelajaran PAI;
KK 3 Mampu menerapkan pendekatan dan metode pembelajaran PAI yang mendidik, efektif, menye-nangkan, dan bermutu;
KK 4 Mampu mendesain alat, media, bahan ajar dan sumber pembelajaran yang relevan, ber-makna dan mendidik;
KK 5 Mampu menyusun instrumen, melaksanakan dan mengolah hasil penilaian secara manual maupun berbasis sistem aplikasi;
KK 6 Mampu melaksanakan perbaikan pembela-jaran secara berkesinambungan melalui tinda-kan ref-lektif dan lesson study;
KK 7 Memiliki keterampilan integrasi keislaman, keil-muan dan keindonesiaan.

 

Catatan:

Rumusan capaian pembelajaran tersebut telah mencakup empat kompetensi guru profesional (kompetensi pedago-gik, sosial, kepribadian, dan profesional) dan dua kompe-tensi guru professional di lingkungan Kementerian Agama (kompetensi leadership dan spriritual). Di samping itu, ru-musan capaian pembelajaran ini juga telah memenuhi indikator kompetensi guru mata pelajaran PAI.

F. PROSES PEMBELAJARAN

Proses pembelajaran yang dilakukan di Prodi PAI adalah proses pembelajaran yang melibatkan dan me-ngembangkan semua potensi mahasiswa dengan menerap-kan Active Learning, CTL (Contextual Teaching and Lear-ning) dan pembelajaran berbasis pada research. Pembe-lajaran aktif, inovatif dan kreatif, seperti inquiry, discovery, dan problem solving sesuai dengan materi pembelajaran dan karakter kompetensi yang ingin dicapai. Metode per-kuliahan yang digunakan adalah diskusi, seminar, ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, dan lain-lain sebagaimana dalam pembelajaran Active Learning dan Collaborative Learning. Di setiap ruang kelas dilengkapi dengan LCD dan hot spot di setiap titik perkuliahan.

Sistem pembelajaran dibangun berdasarkan peren-canaan yang relevan dengan tujuan, ranah belajar, dan hierarkinya. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan ber-bagai strategi dan teknik yang dapat mendorong mahasis-wa untuk berpikir kritis, bereksplorasi, berkreasi, dan ber-eksperimen dengan memanfaatkan berbagai sumber. Da-lam pelaksanaan pembelajaran, Prodi PAI memiliki meka-nisme untuk memonitor, mengkaji, dan memperbaiki seca-ra periodik kegiatan perkuliahan, penyusunan materi per-kuliahan, serta penilaian hasil belajar.

Berikut ini merupakan mekanisme penyusunan ma-teri kuliah dan monitoring perkuliahan:

  1. Penyusunan Materi Kuliah

Penyusunan materi kuliah dilakukan oleh ke-lompok dosen dalam satu bidang ilmu atau melalui konsorsium keilmuan dengan memperhatikan masukan dari dosen lain atau dari pengguna lulusan.

  1. Kehadiran Dosen

Dosen Tetap (DT) wajib hadir di kampus setiap hari, sementara Dosen Tidak Tetap (DTT) hadir sesuai jadwal kuliah. Dosen yang berhalangan hadir wajib memberitahukan ketidakhadirannya jauh sebelum waktu perkuliahan. Ketua Prodi menghubungi dosen koordinator dan tim dosen mata kuliah tersebut untuk mengisi mata kuliah dari dosen yang berhalangan hadir. Dengan demikian, maka perkuliahan dapat te-realisasi 100%.

  1. Kehadiran Mahasiswa

Mahasiswa wajib mengisi daftar hadir setiap mengikuti kuliah yang sudah dijadwalkan. Kehadiran mahasiswa ini menjadi syarat untuk mengikuti ujian akhir. Untuk mengikuti ujian, kehadiran minimal 85% dari kuliah yang terealisir.

  1. Monitoring Perkuliahan

Dosen wajib menuliskan waktu jam mulai perkuliahan, materi yang diberikan, dan jam selesai perkuliahan pada buku atau lembar monitoring, baik sebelum maupun sesudah perkuliahan. Dengan demi-kian, akan menghasilkan output ketepatan materi se-suai dengan yang tertera pada Rencana Perkuliahan Semester (RPS).

Setiap semester, Ketua Prodi mengevaluasi RPS bersama tim dosen dengan tujuan melihat relevansi materi dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan pengguna serta buku yang digunakan berdasarkan pengalaman mengajar pada semester lalu.

Evaluasi terhadap pelaksanaan perkuliahan dila-kukan di akhir semester oleh Ketua Prodi dengan me-nyebarkan angket kepada mahasiswa untuk menge-valuasi setiap dosen yang mengajar pada semester tersebut.

Selanjutnya, dalam rangka mencapai standar kompetensi yang menjadi tujuan kurikulum, mahasiswa dibimbing dan diarahkan untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu melalui konsultasi dengan dosen PA. Dalam bimbingan ini, mahasiswa dibantu dalam meng-hadapi persoalan terkait dengan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), kesulitan dalam perkuliahan dan dalam pengerjaan tugas akhir atau skripsi. Untuk kemu-dahan pelaksanan dan pemantauan bimbingan aka-demik ini, FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mener-bitkan buku Bimbingan Akademik dan Pedoman Penu-lisan Tugas Akhir.

 G. PENILAIAN

Setiap akhir semester dilakukan evaluasi terhadap seluruh beban studi yang diambil oleh mahasiswa pada semester tersebut. Hasil evaluasi ini disebut Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Evaluasi semesteran terdiri atas akumulasi beberapa komponen, seperti kehadiran, penyajian makalah, tes formatif, Ujian Tengah Semester (UTS), kegiatan praktikum dan/atau tugas-tugas lain, serta Ujian Akhir Semester (UAS).

Ujian mata kuliah dapat diselenggarakan secara tertulis, lisan, praktikum, penulisan makalah, atau penuga-san lain. Mata kuliah dapat diujikan pada akhir semester jika materi perkuliahannya telah disampaikan sekurangnya 85% dari jadual pertemuan yang telah ditetapkan. Tidak ada ujian ulangan untuk suatu mata kuliah setelah berlangsung ujian semester. Perbaikan nilai mata kuliah hanya dapat dilakukan dengan cara mengikuti program atau mengikuti perkuliahan kembali. Penyerahan nilai di luar waktu yang telah ditetapkan dinyatakan tidak sah.

Ujian skripsi atau tugas-tugas akhir perkuliahan lain dilaksanakan dalam bentuk munaqasyah. Ujian sekripsi dapat dilaksanakan setelah dinyatakan lulus seluruh mata kuliah, ujian komprehensif pengenalan lapangan PLP I, PLP II, Toefl dan Toafl, dan lain-lain. Ujian komprehensif meli-puti ujian keagamaan, kependidikan, dan BTQ (Baca Tulis Alquran).

Penilaian terhadap hasil ujian mata kuliah dan penulisan karya ilmiah dilakukan dengan memberikan nilai angka yang kemudian dikonversi kepada nilai huruf yang diberi nilai bobot. Konversi dan nilai bobot untuk seluruh prodi adalah sebagai berikut:

Tabel 3: Konversi dan Nilai Bobot

NILAI

ANGKA

NILAI

HURUF

NILAI

BOBOT

KETERANGAN
80 – 100 A 4.00 Sangat baik
70 – 79 B 3.00 Baik
60 – 69 C 2.00 Cukup
50 – 59 D 1.00 Tidak lulus

Metode penilaian secara umum terbagi menjadi dua, yaitu penilaian tes dan non tes yang mengukur sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psiko motorik). Penilaian tes dilakukan dengan tes tertulis  dapat berupa soal pilihan ganda, esai dan tes lisan. Sementara penilaian non tes diberikan berupa observasi, proyek, unjuk kerja, portofolio, atau bentuk penilaian lain.

Sebagai syarat kelulusan telah diterbitkan Keputu-san Rektor No. Un.01/R/HK.005/233/2012 yang menetap-kan standar nilai kelulusan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta S1 Prodi PAI:

  1. TOEFL = 450
  2. TOAFL = 400

Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Jakarta adalah penyelenggara ujian Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Mahasiswa yang sudah memenuhi standar nilai mini-mum harus dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Nilai ujian Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dari lembaga lain (institusional atau internasional) dapat diterima apabila mendapat pe-ngesahan dari PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.